Tampilkan postingan dengan label profile rider MOTOGP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label profile rider MOTOGP. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 September 2014

Biodata / Biografi Bradley Smith

  1. Bradley Smith adalah pembalap motor berkebangsaan Inggris, yang saat ini berlaga di kejuaraan dunia MotoGP. Prestasi terbaiknya diraih saat di kelas 125 cc. Wikipedia

  2. Lahir: 28 November 1990 (23 tahun), Oxford, Britania Raya

    Karier

    Awal karier

    Ayah Smith adalah pembalap Motocross, dan keluarganya memiliki track latihan terbuka. Smith pertama kali naik motocross saat berusia enam tahun.[2]
    Smith mengikuti seleksi Auto-Cycle Union (ACU) academy untuk pembalap muda, namun tidak pernah terpilih. Tahun 2004 dia mengikuti ajang Aprilia Superteens competition, finish di urutan empat dibelakang empat pembalap ACU Academy. Pada Januari 2005, Smith mengikuti kejuaraan Spanish 125cc yang merupakan bagian dari MotoGP Academy, berhasil memenangi tiga balapan terakhir dan menduduki posisi dua, hanya terpaut satu poin di belakang sang juara.

    125cc

    2006

    Tahun 2006, Smith bergabung ke tim Repsol Honda 125cc, dimanajeri oleh Alberto Puig. Dia berhasil finish di urutan 19 dengan hasil terbaik posisi 8 di Motegi.

    2007

    Masih di tim yang sama, dia memperoleh podium pertamanya di posisi ketiga di Le Mans.[3] N9 kali finish sepuluh besar membawanya ke posisi 10 klasemen akhir.

    2008

    Smith menandatangani kontrak dengan tim Polaris World Aprilia untuk musim 2008.[4] Dia berhasil menduduki posisi pole pada balapan pertama di Losail International Circuit, Qatar[5] namun mengalami kendala teknis saat memimpin balapan.[6] Beberapa cidera menimpanya di pertengahan musim,[7] namun dia berhasil mendapat podium di Jerez dan Le Mans. Smith mengakhiri musim di posisi enam dengan tiga kali pole dan empat kali podium, namun tanpa satupun kemenangan.

    2009

    Smith saat di GP Inggris
    Untuk musim 2009, Smith membela tim Bancaja Aspar Racing milik Jorge Martinez masih dengan motor Aprilia dengan rekan satu tim Julian Simon.[8] Smith had almost signed for the team in 2008, before signing for Polarisworld.[9]
    Smith mendapatkan kemengan pertamanya dengan mendominasi balapan seri Jerez pada Mei 2009. Posisi pole pertamanya di musim ini diperoleh di Mugello dan sekaligus mengantarkannya ke puncak podium untuk kedua kalinya setelah pertarungan yang sengit melawan Nicholas Terol dan Julian Simon. Kemenangan tersebut membuatnya menduduki klasemen puncak dengan 74.5 poin, hanya terpaut 3.5 poin dengan Julian Simon. Namun selanjutnya Simon berhasil merebut posisi puncak dan mendapat juara dunia, sedangkan Smith harus puas di posisi kedua klasemen akhir.

    2010

    Pada Agustus 2009, Smith menyatakan ambisinya untuk naik ke kelas moto2 bersama tim Aspar.[10] Namun kursi kosong di kelas moto2 telah diisi Julian Simon dan Mike Di Meglio. Pada November 2009, Smith sepakat untuk tetap di kelas 125cc bersama tim Aspar dengan rekan setim Nicholas Terol.[11]

    Moto2

    2011

    Setelah Balapan seri Portugis 2010, telah diberitakan bahwa Smith akan bergabung di kelas Moto2 pada tahun 2011, bergabung dengan tim Tech 3, dengan rekan satu tim pembalap yang pernah menunda kesempatannya bergabung di kelas moto2, Mike Di Meglio.[12] Pada September 2011, telah diberitakan bahwa Smith menandatangani tiga tahun kontrak bersama Tech 3, dengan satu musim lagi di Moto2 sebelum naik ke kelas MotoGP di musim 2013.[13]

    MotoGP

    2013

    Smith telah dipromosikan ke kelas premier bersama Tech 3 dengan rekan satu tim Cal Crutchlow, setelah melewati beberapa musim di kelas 125cc dan Moto2.

Biodata / Biografi Andrea Iannone

  1. Andrea Iannone adalah pembalap Grand Prix Sepeda Motor yang saat berkompetisi di kelas MotoGP bersama tim Pramac Ducati. Wikipedia

  2. Lahir: 9 Agustus 1989 (25 tahun), Vasto, Italia

    Karier

    125cc

    Iannone memulai kariernya dari pocket bike dan tak lama kemudian menjadi kandidat juara. Dia berpartisipasi di kejuaraan balap Italia dan Spanyol sebelum kemudian pindah ke Grand Prix 125cc di musim 2005. Kemenangan pertamanya diraih di sirkuit Shanghai pada tanggal 4 Mei 2008 dalam kondisi hujan. Sebelumnya dia belum pernah meraih posisi lebih baik dari posisi 9 yang diraihnya di Grand Prix Turki dan Prancis pada tahun 2007. Pada tahun 2009 dia memenangkan dua seri pertama, menjadikannya kandidiat juara dunia. Namun hingga musim berakhir, dia hanya mampu menambah satu kemenangan dan menempati urutan 7 klasemen.

    Moto2

    Pada tahun 2010, Iannone pindah ke seri Moto2. Setelah hasil yang buruk di awal musim, dia berhasil menang di seri Mugello dan Assen, menjadikannya naik ke posisi 4 klasemen. Kedua kemenangan tersebut diraih dari posisi pole. Dia juga sangat kompetitif di seri barselona namun mendapat hukuman pinalty akibat menyalip Yuki Takahashi saat bendera kuning dikibarkan. Dia membukukan satu kemenangan lagi di Aragon yang merupakan sirkuit baru di musim 2010 dan mengakhiri musim di posisi 3 klasemen.
    2011 merupakan musim pasang surut bagi Iannone. Masalah utamanya adalah ketidak konsistennya dalam meraih hasil bagus. Meskipun menjadi satu-satunya pembalap selain Stefan Bradl dan Marc Marquez yang mampu memenangi lebih dari satu balapan, dia juga sering berada di luar 10 besar saat kualifikasi. Namun, Iannone berhasil mengunci peringkat tiga setelah berhasil mengalahkan Alex de Angelis pada Seri Valencia 2011.
    Iannone tetap membalap di kelas moto2 untuk musim 2012, finish kedua di Grand Prix Qatar, sempat memimpin balapan pada tikungan terakhir namun kalah di trek lurus oleh Marc Marquez sebelum menyentuh garis finish.[2] Pada tiga balapan berikutnya dia finish ke empat belas, lima, dan empat, sebelum akhirnya meraih kemenangan musim 2012 pertamanya di Grand Prix Catalunya.[3] Dia juga meraih kemenangan pada balapan tuan rumahnya di Mugello. Kemenangan itu dirayakan dengan memakai kostum pemadam kebakaran.

    MotoGP

    Pada pertengahan 2011 Iannone berkesempatan mencoba motor tim Pramac Ducati milik Loris Capirossi. Setelah negoisasi yang panjang dengan tim Ducati dan juga Honda Gresini, Iannone akhirnya memutuskan untuk tetap membalap di kelas Moto2 untuk musim 2012. Tahun 2013, Iannone naik ke kelas MotoGP bergabung dengan tim Pramac Ducati dengan rekan satu tim Ben Spies.[4]

    Julukan

    Julukan Iannone yang pertama adalah tulisan di belakang helm yang dipakai saat membalap di Sirkuit Misano tahun 2010 yang terinspirasi dari The Incridible Hulk yaitu “The Incridible Ianhulk”. Tahun 2011 menulis “Crazy Joe” di bagian belakang kostum balapnya, sebuah julukan yang diberikan temannya karena gaya balapnya yang agresif dan manuver yang luar biasa. Pada tahun 2012 “Crazy Joe” diubah menjadi “Maniac Joe” untuk lebih menegaskan julukan sebelumnya. Di Mugello, Iannone memakai kostum yang mirip pemadam kebakaran dan khusus untuk balapan Misano saat itu, dia mendapat julukan “Joe the Firefighter”.

Biodata Hector Barbera

  1. Héctor Barberá Vall dia adalah pembalap asal Spanyol dan sekarang mengikuti kompetisi di kelas MotoGP bersama tim Avintia Blusens FTR. Hector memulai kariernya pada usia 15 tahun di kelas 125cc musim 2002. Wikipedia

  2. Lahir: 2 November 1986 (27 tahun), Dos Aguas, Spanyol
Héctor Barberá Vall (lahir 2 November 1986 di Dos Aguas, Valencia) dia adalah pembalap asal Spanyol dan sekarang mengikuti kompetisi di kelas MotoGP bersama tim Avintia Blusens FTR.[1]
Hector memulai kariernya pada usia 15 tahun di kelas 125cc musim 2002. Pada musim pertamanya dia mampu tampil impresif sehingga pada musim kedua dia mampu menyelesaikan kejuaraan di posisi ketiga. Kemenangan pertamanya ia bukuhkan di Donington Park musim 2003. Barberá melakoni kejuaraan 125cc selama 3 tahun sampai musim 2003. Di kelas 250cc baru mampu meriah kemenangan pertamanya pada musim keduanya yakni di Sirkuit Internasional Shanghai musim 2006. Total selama berkarier di kelas 250cc (2005-2009) Héctor Barberá mampu meraih 4 kemenangan dan 40 podium.
Héctor Barberá naik ke kelas MotoGP pada musim 2010 bersama tim Aspar Racing Team Ducati[1]. Barberá kini tetap membalap di MotoGP 2014 bersama tim Avintia Blusens.

Biodata / Biografi Stefan Bradl

  1. Stefan Bradl merupakan seorang pembalap MotoGP berkebangsaan Jerman yang saat ini membalap untuk tim Honda LCR. Dia merupakan juara dunia kelas Moto2 pada tahun 2011. Wikipedia

  2. Lahir: 29 November 1989 (24 tahun), Augsburg, Jerman

Biografi

Sebelumnya dia mulai membalap di kelas 125cc pada tahun 2005 dan 2006 dia menjadi sebagai seorang wildcard rider untuk tiga seri bersama KTM. Bradl mendapat tawaran dari Alberto Puig untuk membalap dengan Repsol Honda tahun 2007 untuk kelas 250cc. Kemudian ia bergabung bersama Blusens Aprilia untuk kejuaraan Spanyol 125cc dan memenangkan gelar juara dan mengungguli team-matenya Scott Redding.
Kemudian barulah pada tahun 2007 Tim Blusens Aprilia memakai jasanya untuk membalap di kelas 125cc MotoGP mendampingi Pablo Nieto. Saat itu, ia menggantikan posisi Hugo van den Berg secara penuh. Pada tahun berikutnya di musim 2008, dia memutuskan untuk berpindah ke Tim Grizzly Gas Kiefer Racing dan menggunakan motor pabrikan Aprilia RSA 125 yang membawanya untuk memenangkan balapan pertamanya di kelas 125cc di Brno.
Tahun 2010 pembalap Jerman ini naik ke kelas Moto2 dan finish kesembilan pada tahun pertamanya di kelas baru tersebut dan berhasil membungkus satu kemenangan di Estoril. Pada tahun 2011, dia berhasil merebut gelar juara dunia Moto2. Atas prestasinya tersebut, LCR Honda menghadiahi Stefan Bradl dengan melakukan tes selama dua hari di Valencia. Akan tetapi hadiah tersebut berubah menjadi pembicaraan serius dan beberapa hari kemudian, Stefan Bradl bersama Lucio Checcinello mengumumkan bahwa Bradl didaulat sebagai penerus Tim LCR Honda yang menunggangi motor RC213V untuk berkompetisi di kelas MotoGP pada tahun 2012.

Biodata / Biografi Colin Adwerds

  1. Colin Edwards adalah seorang pembalap MotoGP asal Amerika Serikat. Wikipedia

  2. Lahir: 27 Februari 1974 (40 tahun), Conroe, Texas, Amerika
  3. Film: Fastest

    Karier

    Sebelum pindah ke MotoGP, pembalap yang memiliki julukan “Texas Tornado” ini turun di kejuaraan WSBK dan berhasil menjadi juara dunia WSBK pada tahun 2000 dan 2002. Pada tahun 2003 ia pindah ke MotoGP bergabung di tim Alice Aprilia Racing bersama pembalap Jepang yang juga pernah membalap di World Superbike, Noriyuki Haga. Dengan mengendarai motor Aprilia RS 3 ia ada di posisi 13 dengan 62 poin di akhir musim. Pada tahun berikutnya ia pindah ke kubu Honda dan bergabung dengan tim Telefonica Movistar Honda Gresini, menjadi rekan satu tim Sete Gibernau. Pada tahun 2004 ini prestasinya meningkat drastis ke posisi 4 di klasemen akhir dengan meraih sebanyak 157 poin. Bahkan di sirkuit Donington Park, GP Inggris ia berhasil merebut juara kedua, yang sekaligus menjadi podium pertamanya di MotoGP. Tahun 2005 ia kembali berpindah tim, ia bergabung ke tim Yamaha yang sudah tidak asing lagi baginya, karena ia sudah pernah membela tim Yamaha Superbike pada tahun 1993 dan 1994. Di Yamaha ia bergabung dalam tim Gauloises Yamaha menjadi partner Valentino Rossi dan mengendarai motor Yamaha sebagai pembalap pengembang YZR M1.Di akhir musim Edwards mampu meraih posisi lebih baik,peringkat 4.Kontraknya diperpanjang pada tahun 2006,tetap berpartner dengan pembalap fenomenal Valentino Rossi hanya saja tim berganti menjadi Yamaha Camel Team. di 2007 masih bersama team Fiat Yamaha 129 berada di peringkat 9 karena basic mesin yg berpindah dri 990 menjadi 800cc. Eddie, Panggilan akrab Colin Edward juga membantu pengembangan ban Brgistone. pada tahun 2008 Edward tergusur kedatanganya Jorge Lorenzo di team Fiat Yamaha dan pindah ke team Yamaha Tech 3 bersama James Toseland untuk membantu pengmbangan motor dan sasis bagi Yamaha dan mampu meraih 2 podium di seri Le mans dan Assen serta mampu mengembangkan motor YZR-M1 menjadi motor paling balance .serta mendapatkan setingan set up terbaik pada tahun 2009 Edward mampu menembus 5 besar dengan poin 161 dan mampu sekali podium di 2 d sirkuit Donington Park.
    Perseteruan dengan team mate di Tech 3, James Toseland memanas dan menjadi buah bibir di kalangan Motogp masalah setingan dan set motor. Edward mengklaim setingan maka James Toseland pun di depak dari Yamaha Tech 3 dan di gantikan oleh Ben Spies sang Texas terror ,salah satu anak emas Yamaha. Mulai musim 2012 ini, Edwards membela tim NGM Forward Racing yang memakai motor BMW S1000RR dengan sasis Suter. Edwards lewat timnya juga ikut aturan Claming Rule Teams atau CRT. Tahun 2013 Edwards masih bersama NGM Forward Racing namun menggunakan motor Kawasaki.

Biodata / Biografi Valentino Rossi

  1. Valentino Rossi adalah seorang pembalap di kejuaraan grandprix motor dunia setelah era Michael Doohan, dengan titel juara dunia di empat kelas yang berbeda yang diraihnya dalam waktu tujuh tahun berkarier. Wikipedia

  2. Lahir: 16 Februari 1979 (35 tahun), Urbino, Italia
  3. Tinggi: 1,82 m
  4. Berat: 67 kg

Lahir untuk balap

Rossi memang dilahirkan untuk menjadi pembalap, Ia tumbuh dilingkungan yang sangat mendukung kariernya. Ayahnya, Graziano Rossi adalah seorang pembalap besar dimasa ’70-an. Otomatis ia besar dilingkungan yang kental atmosfer balap. Ketika anak-anak seusianya asyik dengan mainannya, Rossi bermain dengan motor balap sungguhan di tengah paddock pembalap ternama Luca Cadalora ataupun Loris Reggiani. Dia seorang Interisti sejati

Entertainer

Saat pertama bergabung di GP 500cc bersama tim bekas Doohan, yang dikepalai oleh seorang mekanik handal Australia bernama Jerremy Burgess, suasana paddock sangat terpengaruh perangai Doohan yang temperamental. Semua mekanik dan staff tim tampak serius dan cenderung penuh tekanan. Suasana ini buat Rossi sungguh tak masuk akal, menurutnya ia tak bisa membayangkan membalap tanpa merasa fun, kemudian waktu ia mulai menang, ia bertekad untuk merayakan besar-besaran, menurutnya ia cuma ingin melakukan sesuatu yang baru, menunjukkan emosi memenangkan balap.
Sejak saat itulah, pesta kemenangan jadi ciri khasnya. Tak hanya bersama teman, juga ribuan pendukungnya yang memadati sirkuit. Dengan aksi-aksinya, Rossi bagaikan magnet yang menarik orang untuk menonton GP. Para pecinta GP tentu masih ingat akan aksinya memboncengkan fansnya yang berkostum ayam berkeliling sirkuit, aksinya memboncengkan fans yang berpakaian dokter, ia juga pernah membonceng angka satu raksasa sebagai simbol juara dunia, juga aksi wheelie dan burnout nya yang sudah tak terhitung setiap memperoleh kemenangan. Ia juga kerap memberikan kneepad atau topi nya kepada fansnya dengan melemparnya saat berada di podium. “Valentino itu petarung hebat. Tetapi ia juga tahu kalau kita berada di tengah bisnis hiburan. Jadi ia juga suka menghibur,” kata Burgess.

Julukan Rossi

Dalam perjalanan balapnya rossi, kerap berganti julukan dan melakukan hal-hal yang menarik perhatian dan menghibur. Ia beralasan bahwa semuanya itu dilakukan dimulai dengan niat bersenang-senang dan melakukan sesuatu yang lucu.
Rossifumi Julukan Rossi yang diciptakan oleh temannya saat Rossi membalap di kelas 125cc julukan ini tercipta karena Rossi kagum dengan pembalap Jepang yang khas dengan rambut panjangnya, Norick Abe yang saat itu berumur 17 tahun dan dengan gigih bertarung dengan Michael Doohan dan Kevin Scwantz dikelas 500cc, karena nama asli pembalap Jepang itu Norifumi Abe maka Rossi dijuluki Rossifumi.Tahun 2004 Rossi dan Abe sama-sama membela Yamaha berada dalam beda tim namun satu grafis,yaitu dominasi warna biru.Rossi berada di tim Gauloises Fortuna Yamaha Team sedangkan Abe bernaung di Fortuna Gauloises Tech 3 Yamaha Team.
Valentinik Julukan ini berasal dari tokoh kartun Daffy Duck yang menjadi superhero yang di Italia bernama Paperinik. Julukan ini dipakainya pada saat membalap di kelas 250cc.
The Doctor Setelah naik ke kelas 500cc pada musim 2000 Rossi menjuluki dirinya dengan The Doctor karena membalap di kelas 500cc butuh keseriusan dan ia merasa dirinya bukan anak kecil lagi, selain itu ia juga menyukai ide sebagi illmuwan gila dan melakukan eksperimen gila, ia menganggap pantas memakai julukan itu setelah mendapatkan prestasi sebagai juara dunia.”Di balap 500cc kita tidak butuh superhero. Yang kita perlukan cuma tenang, kalem, dan pemikir seperti dokter,”ucapnya. Disamping itu, nama Valentino di Italia kebanyakan digunakan oleh para dokter. Ia juga mulai mengurangi perayaan kemenangan yang dianggapnya sudah tak pantas ia lakukan. “Cukup dengan melambai seperti pembalap lain, lalu malamnya pesta habis-habisan bareng sahabat-sahabat saya.”

Pindah ke Yamaha

Pada akhir musim 2003 menjelang musim 2004 Valentino Rossi membuat keputusan yang mengejutkan. Ia memutuskan hijrah dari tim yang dibelanya waktu itu yaitu tim pabrikan Honda, Repsol Honda HRC yang telah mengantarkan dirinya meraih juara dunia 2002 dan 2003 serta membawa Doohan merebut juara dunia 1994, 1995, 1996, 1997, 1998 juga Alex Criville menjadi juara dunia 1999. Rossi memutuskan meninggalkan tim super tersebut dan memilih bergabung bersama tim Yamaha, yang terakhir meraih juara dunia pada tahun 1992 melalui pembalap Wayne Rainey. Rossi tidak pindah ke tim Yamaha sendirian, ia juga membawa Jerremy Burgess, kepala mekaniknya yang dahulu juga menangani Doohan dan Criville. Mereka melakukan serangkaian tes membenahi teknologi motor Yamaha YZR-M1 milik Rossi agar mampu menandingi motor terkuat di MotoGP saat itu, RC211V milik Honda.
Mengenai kepindahannya ini, banyak yang tak mengira dan pesimis ia akan mampu mempertahankan gelar juaranya. Salah satu pernyataan pesimis datang dari Max Biaggi, musuh bebuyutannya mengatakan, “Aku tak menyangka ia pindah ke Yamaha, tapi bagaimanapun juga akan sulit mengalahkan Honda. Bahkan Rossi sendiri kurang optimis ia mampu mempertahankan juara dunianya. “Kami membutuhkan waktu untuk tampil kompetitif, untuk menang pada musim pertama bersama Yamaha jelas sangat sulit”. Tapi ia mementahkan semua pandangan pesimis tersebut. Bahkan pada seri pertama musim 2004 di GP Welkom, Afrika Selatan ia mengalahkan Max Biaggi yang mengendari motor Honda, meskipun dengan perlawanan yang sangat ketat, dengan motor Yamaha, yang terakhir naik podium tahun 1992. Bahkan pada tahun 2004 dan 2005 Rossi menjadi juara dunia bersama Yamaha dan menjadi pembalap Yamaha pertama yang paling banyak juara dalam satu musim (Rossi juara 9 kali pada musim 2005).

Kehidupan Pribadi

Hobi

Rossi mencoba untuk menjaga kehidupan pribadinya dari mata publik sebanyak mungkin, meskipun ia tidak membuat rahasia tentang kesukaannya pada klub sepak bola Italia Inter Milan. Rossi sering menonton langsung pertandingan Inter Milan dengan duduk bersama para pemain cadangan mereka. Rossi dikenal berteman dekat dengan pemain Inter Milan Marco Materazzi dan Balotelli, Bahkan sesaat setelah memenangi Grandprix Jerman 2006 Rossi merayakan dengan memakai kaos sepak bola Italia bernomor 23 milik Materazzi. Setelah Rossi memenangkan gelar Dunia yang kesembilan pada bulan Oktober 2009, Inter Milan mengucapkan selamat kepada Rossi pada website resmi mereka. Rossi juga seorang kidal.

Hewan Peliharaan

Anjing peliharaan Rossi yang terkenal bernama Guido, bulldog Inggris yang telah sejak tahun 2000 dimilikinya. Setelah Rossi sering berkeliling dunia Guido tidak bisa tinggal di London dan tinggal bersama ibu Rossi di Tavullia. Rossi hanya bisa melihat anjing saat mengunjungi Ibunya. Guido yang gambarnya telah menjadi maskot pada jok motor dan helm Rossi, meninggal setelah GP Australia 2008, dan untuk memberi penghargaan, Rossi merancang stiker khusus bergambar Guido dengan sepasang sayap malaikat surgawi sedang mengambang di awan. Guido telah beberapa kali tampil lain pada motor Rossi. Ketika tertinggal 32 poin di kejuaraan tahun 2006, Guido berpakaian dengan setelan Inuit. Guido juga mengenakan baju tahanan selama tes pra musim.
Kematian Guido telah menarik begitu banyak perhatian seperti yang disebutkan di koran olahraga Italia yang paling bergengsi Gazzetta dello Sport. Sang Anjing bahkan membintangi Quarantasei, sebuah novel grafis yang dihasilkan oleh Milo Manara berisi fiksi tentang petualangan Valentino Rossi dan akhirnya meraih kejayaan dalam balap motor.
Sejak kematian Guido, Rossi kini memiliki dua anjing baru (satu jantan dan satu betina), anjing baru tersebut diberi nama Cesare dan Cecilia. Selama GP Misano tahun 2009, tep anjing itu mengenakan telinga keled.

Biodata Andrea Dovizioso

  1. Andrea Dovizioso merupakan seorang pembalap MotoGP asal Italia. Saat ini ia bergabung dengan tim Ducati dan ia merupakan juara dunia kelas 125cc tahun 2004. Wikipedia

  2. Lahir: 23 Maret 1986 (28 tahun), Forlimpopoli, ItaliaAndrea Dovizioso (lahir di Forli, Italia, 23 Maret 1986; umur 28 tahun) merupakan seorang pembalap MotoGP asal Italia. Saat ini ia bergabung dengan tim Ducati dan ia merupakan juara dunia kelas 125cc tahun 2004. Bakat membalap Davizioso mulai terlihat kilaunya saat baru berusia 15 tahun, kala itu dia menjuarai European Championship 125cc serta menjalani Kejuaraan Dunia pertamanya Mugello, yang sayangnya berakhir dengan DNF.
    Memasuki tahun 2002 dia bergabung dengan Team Scot Honda di kelas 125cc dan finis di posisi 16. Hasil terbaiknya pada tahun tersebut adalah dua kali finis di posisi sembilan di Le Mans dan Donington. Setelah duduk di posisi lima semusim berselang, Davizioso tampil sebagai juara dunia pada tahun 2004 dengan poin yang dikumpulkan di akhir musim berjumlah 293.
    Beralih ke 250cc pada tahun 2005 ternyata juga merupakan keputusan tepat bagi Dovizioso karena nasib baik masih menaunginya, meski tidak mampu menjadi juara. Bergabung bersama Honda dia dua kali menjadi runner up dan sekali duduk di posisi tiga klasemen akhir.
    Musim 2008 ia beralih ke kelas MotoGP bersama tim JiR Honda Scot. Dan musim 2009 ia hengkang ke tim pabrikan Honda, Repsol Honda. Tim Repsol Honda tidak memperpanjang kontraknya untuk tahun 2012.
    Mulai musim 2012 ia hengkang ke Monster Yamaha Tech 3 bersama Cal Crutchlow.
    Musim 2013, seiring hengkangnya Valentino Rossi dari Ducati dan kembali ke Yamaha Factory Racing, Dovizioso bergabung dengan Ducati.

Biodata / Biografi Nicky Hayden

  1. Nicky Hayden adalah seorang pembalap MotoGP berkewarganegaraan Amerika Serikat. Wikipedia

  2. Lahir: 30 Juli 1981 (33 tahun), Owensboro, Kentucky, Amerika
  3. Tinggi: 1,67 m
  4. Saudara kandung: Roger Lee Hayden, Tommy Hayden

    Karier

    Ia mulai pindah ke ajang MotoGP pada tahun 2003, setelah sebelumnya menjuarai AMA Superbike (American Motorsport Associaation Superbike) pada tahun 2002. Pada musim pertamanya di MotoGP, pembalap berjuluk “Kentucky kid” ini menjadi rekan satu tim Valentino Rossi di tim Repsol Honda. Di akhir musim kompetisi 2003 ini, ia ada di peringkat ke 5. Pada musim 2004, pembalap yang identik dengan nomor start 69 ini masih bergabung bersama tim yang sama namun dengan partner yang berbeda, ia menjadi rekan satu tim Alex Barros. Di musim 2004 ia berada di peringkat 8 klasemen akhir. Pada musim MotoGP 2005 ia berpartner dengan Max Biaggi di tim Repsol Honda dan prestasinya meningkat menjadi di posisi 3 klasemen akhir. Musim 2006 ia berduet dengan pendatang baru Daniel Pedrosa, masih dalam tim Repsol Honda. Pada musim balap 2006 ini ia berhasil merebut gelar juara dunia dari juara dunia lima kali, Valentino Rossi. Meskipun dengan jumlah juara seri lebih sedikit dari Rossi. dan mick dohan.

Biodata / Biografi Casey Stoner

  1. Casey Stoner adalah seorang pembalap MotoGP dari Australia. Saat ini, ia bergabung bersama tim Repsol Honda bersama Daniel Pedrosa dan Andrea Dovizioso. Wikipedia

  2. Lahir: 16 Oktober 1985 (28 tahun), Southport, Australia
  3. Tinggi: 1,71 m
  4. Nominasi: Penghargaan Olahraga Dunia Laureus untuk Pendatang Baru Terbaik

    Karier awal

    Balapan junior

    Stoner menjajal balapan pertamanya pada usia empat tahun dalam sebuah balapan tanah kelas U9 (di bawah usia 9 tahun) di trek balap Mike Hatcher yang terletak di Gold Coast, Australia. Dari usia sembilan tahun sampai 14 tahun, Stoner berhasil memenangi 41 lomba lokal dan 70 lomba antar negara bagian Australia.[6]
    Stoner juga sempat mengikuti balapan super-sibuk selama lebih dari satu pekan, ketika ia mengikuti lima kelas balapan berbeda dalam sebuah perlombaan yang memperlombakan 35 balapan. Stoner sendiri berpartisipasi dalam 32 dari 35 balapan dalam lima kelas yang berbeda, dan ia kemudian mampu memenangi lima kelas tersebut.[4]
    Dikarenakan usia minimal untuk menjadi pembalap di Australia adalah 16 tahun, Stoner kemudian pindah ke Inggris, dimana disana usia minimal untuk mendapatkan SIM balapan adalah 14 tahun.[6] Dari tahun 2000 sampai 2002, Stoner kemudian berpartisipasi dalam kejuaraan nasional balap motor 125cc di Inggris dan Spanyol. Stoner kemudian berhasil memenangi gelar juara Kejuaraan Balap Motor Aprilia Inggris tahun 2000. Penampilannya yang impresif kemudian menarik hati pembalap sekaligus manajer tim Lucio Cecchinello, yang kemudian memberikan kesempatan Stoner turun di balapan GP Inggris 2001 sebagai wild card, sebelum akhirnya pada 2002, Stoner turun penuh di MotoGP kelas 250cc bersama LCR Racing.

    125cc dan 250cc

    Casey Stoner bersama tim Red Bull KTM di musim 2004.
    Tahun 2003, masih dengan LCR Racing, Stoner kemudian turun di kelas 125cc. Dengan didukung motor Aprilia, Stoner berhasil mencatat empat kali finish podium, tiga diantaranya adalah raihan posisi kedua di Jerman, Brasil, dan Pasifik[19] serta satu kemenangan yang ia berhasil raih di Valencia di akhir musim. Dengan hasil ini, Stoner kemudian berhasil duduk di P8 klasemen dengan nilai 125 poin.[4][20]
    Musim 2004, Stoner berpisah dengan LCR Racing dan bergabung dengan tim Red Bull KTM. Di musim ini ia hanya mampu satu kali memenangi balapan yaitu di Malaysia. Namun ia masih bisa terhibur dengan dua kali finish kedua dan tiga kali finish ketiga. Posisi klasemen Stoner di musim 2004 adalah P5 dengan 145 poin.[4]
    Tahun 2005, Stoner kembali ke kelas 250cc dan kembali bermitra bersama Team LCR Racing dan pabrikan Aprilia. Menunggangi motor dengan spesifikasi pabrikan, Stoner tampil sebagai penantang utama Daniel Pedrosa dan Honda, dan bahkan sempat pula Stoner memiliki beberapa kesempatan untuk menjadi pemimpin klasemen. Stoner sendiri berhasil menang di Portugal, China, Malaysia, dan Qatar. Apesnya, saat balapan di depan publik rumahnya sendiri yaitu GP Australia, Stoner mengalami kecelakaan, dan terpaksa harus melupakan mimpinya menjadi juara dunia 250cc tahun 2005 sekalipun sekali lagi Stoner mampu memenangi lomba di Turki. Stoner kemudian berhasil finish sebagai runner-up klasemen 250cc tahun 2005 dengan nilai 254 poin.[4]

    Karier MotoGP

    LCR Honda (2006)

    Casey Stoner bersama Team LCR-Honda di GP Ceko 2006.
    Musim gugur 2005, Stoner dikabarkan telah mengantungi kontrak resmi dengan Yamaha untuk menjadi pendamping Valentino Rossi di musim 2006.[21] Tetapi kemudian Yamaha membatalkan jalinan kerjasama tersebut, dan sempat membuat Casey Stoner kecewa. Pada Januari 2006 Stoner kemudian mencoba kembali mengajak Lucio Checchinello agar mau menjadi pendukungnya untuk turun balapan di kelas MotoGP 2006. Checchinello kemudian setuju, dan ia langsung mengontak HRC dan mengajukan proporsal penyewaan satu unit motor Honda RC211V untuk musim 2006. Honda lantas setuju, dan jadilah kerjasama Stoner dan Checchinello berlanjut di musim 2006 di kelas MotoGP.[22][23]
    Debut Stoner di kelas MotoGP dimulai di seri Spanyol di Jerez, dimana ia finish di P6. Pada balapan berikutnya di Qatar, Stoner langsung mengebrak dengan meraih pole position, namun saat lomba ia hanya mampu finish P5. Stoner lantas melanjutkan penampilannya yang cemerlang dengan nyaris saja menang di Turki sebelum melakukan kesalahan fatal di lap terakhir yang menyebabkan ia gagal memenangi lomba dan harus puas di P2 dibelakang Marco Melandri.[24] Di pertengahan musim, Stoner kemudian tampil labil dan banyak melakukan kesalahan yang berujung pada kecelakaan. Meskipun begitu, ia tampil cukup baik di musim 2006 dengan finish di P8 klasemen dengan 119 poin.

    Ducati Marlboro (2007-2010)

    Casey Stoner di GP Malaysia 2007.
    Kesalahan fatal yang dilakukan Honda di akhir 2006 dengan tidak mengikat kontrak jangka panjang dengan Stoner berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Ducati, yang akhirnya berhasil mengontrak Stoner untuk musim 2007.,[25] Di musim 2007 sendiri Stoner bergabung bersama Loris Capirossi di tim asal Italia tersebut. Stoner menggantikan posisi Sete Gibernau yang dipecat karena dinilai penampilannya kurang meyakinkan dan cenderung menurun.
    Dengan senjata baru Ducati Desmosedici GP7 yang didesain sesuai regulasi baru MotoGP 800cc, Stoner tampil luar biasa pada tahun 2007. Stoner mengawali musim dengan kemenangan spektakuler di Qatar yang kemudian ia lanjutkan di Turki dan China.[26] Ia lantas berhasil memenangi 10 lomba (diantaranya hattrick di AS, Ceko, dan San Marino) dan meraih 6 pole, yang kemudian mengantarnya pada gelar juara dunia MotoGP 2007 dengan selisih 125 poin atas peringkat kedua Daniel Pedrosa.[27] Posisi finish paling jelek yang diraih Stoner adalah di GP Motegi, ketika ia finish P6 dan memastikan diri sebagai juara dunia 2007.[28]
    Musim 2008, Stoner berusaha keras untuk mempertahankan gelar juara dunianya. Kemenangan pembuka musim ia raih di Qatar. Ia kemudian tampil biasa saja di Spanyol dan Portugal, dan baru kembali naik podium di GP China. Setelah tampil buruk di Perancis, ia kemudian naik podium di Italia dan Catalunya, sebelum kemudian mencatat kemenangan hattrick di Inggris (dengan memimpin sejak start sampai finish)[29], Belanda (sama dengan di Inggris)[30], dan Jerman (terbantu kecelakaan yang dialami Pedrosa).[31][32] Dengan hasil ini Stoner berhasil naik kembali ke P1 klasemen, tetapi kemudian turun kembali posisinya usai jatuh di Laguna Seca saat memimpin lomba sebelum akhirnya bangkit kembali dan finish kedua.[33] Selanjutnya di Brno dan Misano, Stoner gagal finish akibat kerusakan motor yang berakhir pada kegagalannya mempertahankan gelar juara dunia.[34][35] Stoner kemudian harus puas tampil sebagai runner-up dibelakang Valentino Rossi dengan total raihan poin klasemen sebanyak 280 poin.[36]
    Musim 2009, Stoner masih bertahan di Ducati dan kini ia ditemani pembalap baru yang juga mantan juara dunia, Nicky Hayden. Stoner juga setuju untuk memperpanjang kontraknya selama satu tahun bersama Ducati di 2010.[37] Melalui sebuah pertarungan ketat di Qatar melawan duet Fiat Yamaha yaitu Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo, Stoner berhasil memenangi balapan pembuka musim di Qatar, sebelum kemudian ia menderita sebuah penyakit aneh yang menyebabkannya kelelahan setiap kali berlomba. Sebagai akibatnya, ia harus puas berada di P3 klasemen saat balapan memasuki GP AS di Laguna Seca. Hasil pemeriksaan dokter kemudian menyimpulkan Stoner menderita penyakit anemia akut dan gangguan perut.[38][39] Sebagai usaha pemulihan dirinya, Stoner kemudian mengumumkan bahwa untuk tiga balapan yaitu di ronde 11, 12, dan 13 ia akan absen dari balapan[40], dan pembalap Finlandia, Mika Kallio diangkat sebagai pengganti sementara.[41] Usai sembuh total dari sakitnya, Stoner kembali berlomba di Portugal dan langsung mencatat podium kedua. Kemudian di Australia dan Malaysia, Stoner berhasil kembali ke jalur kemenangan. Kesialan kemudian kembali datang kepada Stoner di balapan penutup di Valencia. Usai meraih pole di kualifikasi, Stoner tampil percaya diri untuk balapan sebelum ia terjatuh karena kesalahan sendiri di lap pemanasan. Stoner finish di urutan empat klasemen 2009 dengan 220 poin.
    Casey Stoner dalam konferensi pers GP Australia 2010.
    Dalam sesi tes pra musim 2010, Casey Stoner kembali mencatat waktu tercepat dalam salah satu sesi dari enam kali sesi latihan yang digelar, dimana lima lainnya didominasi oleh Valentino Rossi. Kemudian di balapan pembuka musim 2010 di Qatar, sekali lagi Stoner mencatatkan pole position dan sempat memimpin lomba sebelum akhirnya kandas di pertengahan lomba akibat terlalu bernafsu.[42] Setelah kembali kandas akibat kesalahan serupa di Perancis[43], Stoner berhasil bangkit dan finish keempat di GP Italia. Kemudian di GP Belanda di Assen, Stoner mencatat podium pertamanya di musim 2010 setelah finish ketiga.[44] Dua kali finish ketiga lainnya ia dapatkan di Catalunya dan Jerman sebelum naik menjadi P2 di AS setelah terbantu kecelakaan Daniel Pedrosa. Kemenangan pertama Stoner di musim 2010 dicatat di Motorrad Aragon setelah mencatat pole position saat kualifikasi. Kemenangan serupa ia lanjutkan di Jepang, dan nyaris saja Stoner mencetak hattrick di Malaysia sebelum kandas akibat terjatuh saat memimpin. Kemudian di balapan kandangnya sendiri di Australia, Stoner kembali berjaya dengan memenangi lomba sebelum kembali terjatuh dan tersingkir di Portugal. Stoner kemudian menutup musim 2010 dengan posisi kedua di Valencia, dan ia memantapkan posisinya di klasemen dengan raihan 225 poin.

    Repsol Honda (2011–2012)

    Casey Stoner pada tahun 2011.
    Rumor kembalinya Stoner ke Honda sudah bergaung sejak awal musim 2010, tetapi baik Stoner maupun Repsol Honda membantah gosip tersebut. Honda bahkan sempat bilang kalau mereka lebih puas dengan penampilan tim yang ada saat itu yaitu duet Daniel Pedrosa dan Andrea Dovizioso. Pada bulan Juni 2010, kabar kepindahan Stoner ke Honda akhirnya menjadi kenyataan usai Honda menyetujui kontrak multi tahunan bersama pembalap Australia tersebut.[45] Posisi Stoner di Ducati akan digantikan oleh pembalap legendaris Valentino Rossi, sementara di Honda sendiri Stoner akan ditemani Pedrosa dan Dovizioso.
    Pada sesi tes musim dingin bersama Honda, Stoner langsung menggebrak dengan meraih posisi kedua tercepat.[46] Dalam debut resminya bersama Repsol Honda di seri balapan Qatar, Stoner langsung menggebrak dengan meraih kemenangan perdananya. Sayang di seri berikutnya di Spanyol ia kandas akibat kesalahan manuver Valentino Rossi. Usai finis ketiga di Portugal, Stoner kembali menang di Perancis dan Catalunya. Kemenangan lainnya kemudian berhasil ia dapatkan di Silverstone di tengah guyuran hujan badai. Ia mencatat kemenangan hattrick lainnya di AS, Republik Ceko, dan Indianapolis. Jorge Lorenzo kemudian menghentikan rangkaian kemenangan Stoner di Misano. Usai kembali menang di Aragon dan meraih P3 di Motegi, Stoner akhirnya memastikan gelar juara dunia musim 2011 lewat kemenangan di balapan kandangnya di Australia dan disaat bersamaan saingan utamanya di klasemen Jorge Lorenzo gagal berlomba akibat cedera pada tangannya.[47]
    Stoner melanjutkan dominasinya di MotoGP musim 2012 dengan memenangi lomba di Jerez dan Estoril yang merupakan sirkuit yang belum pernah ia menangi sebelumnya.

    Pensiun dari MotoGP

    Sebuah keputusan mengejutkan diumumkan Stoner di GP Perancis 2012 bahwa ia akan pensiun pada akhir musim 2012. Stoner berujar bahwa ia sudah tidak bersemangat lagi membalap di ajang MotoGP dan ingin lebih fokus pada keluarganya.[48].

Biodata / Biografi Jorge Lorenzo

  1. Jorge Lorenzo Guerrero, merupakan seorang pembalap MotoGP asal Spanyol. Saat ini ia bergabung di tim Fiat Yamaha. Ia merupakan juara dunia kelas 250cc tahun 2006 dan 2007. Wikipedia

  2. Lahir: 4 Mei 1987 (27 tahun), Palma de Mallorca, Spanyol
  3. Tinggi: 1,71 m
  4. Berat: 66 kg
  5. Film: Circuit

    Karier

    125cc dan 250cc


    Jorge Lorenzo ketika masih di kelas 250cc.
    Jorge Lorenzo memulai kariernya di dunia MotoGP di kelas 125cc pada tahun 2002 pada seri Spanyol. Saat itu ia tidak bisa mengikuti sesi latihan karena usianya tidak mencukupi, karena regulasi MotoGP mengharuskan seorang pembalap minimal berusia 15 tahun untuk bisa turun di MotoGP. Namun ia bisa mengikuti sesi kualifikasi kedua karena hari itu tepat hari ulang tahunnya yang ke-15. Ia memenangi Grand Prix pertamanya di musim berikutnya pada seri Rio de Janeiro di Brazil.
    Dua musim berikutnya yaitu tahun 2005 ia turun di kelas 250cc, sejak saat itu ia mulai diperhitungkan keberadaannya di dunia MotoGP, dengan meraih 6 kali podium di musim 2005. Pada 2006 ia berhasil meraih kemenangan balapan kelas 250cc nya di Qatar. Di musim 2006 juga ia berhasil meraih 8 kali kemenangan dan 10 pole position yang kemudian mengantarnya menjadi juara dunia 250cc untuk pertama kalinya. Selanjutnya di musim 2007 ia berhasil mempertahankan mahkota juara dunia 250cc setelah meraih 9 kali kemenangan dan 9 kali pole position.[5]
    Kemenangan Jorge di Misano pada musim 2007 membuatnya tercatat sebagai pembalap Spanyol paling sukses di arena kelas 250cc dengan total 16 kemenangan, atau satu kemenangan lebih banyak dari Daniel Pedrosa dan Sito Pons

MotoGP


Jorge Lorenzo di musim 2008.
Pada 25 Juli 2007 ia menandatangani kontrak dengan Fiat Yamaha[6] dan menjadi rekan Valentino Rossi untuk musim 2008 dan 2009.[7][8] Pada seri pertamanya di kelas MotoGP 2008 ia langsung merebut pole position, dan membuat ia menjadi orang kedua yang melakukan itu sejak Max Biaggi melakukannya pada tahun 1998. Tiga seri berikutnya ia mempertahankan pole position-nya dan memenangi kelas MotoGP untuk pertama kali di sirkuit Estoril, Portugal.[9][10] Di seri selanjutnya di MotoGP Grand Prix of China ia mengalami kecelakaan hebat pada sesi latihan sehingga membuatnya tidak bisa membalap secara fit di balapan tersebut, walaupun akhirnya secara brilian ia mampu finish keempat saat lomba.[11] Selanjutnya di seri Le Mans, lagi-lagi Lorenzo mengalami kecelakaan di sesi latihan bebas, namun secara brilian pula ia bisa balapan dan finish kedua.[12] Kesialan belum berakhir dari Lorenzo saat ia kembali lagi mengalami kecelakaan di seri Mugello[13], dan puncaknya di Sirkuit Catalunya saat ia lagi-lagi terjatuh dan akhirnya menyebabkannya gagal mengikuti balapan.
Lorenzo kemudian kembali turun balapan di Donington Park dan berakhir dengan finish di P6. Hasil yang sama ia bukukan kembali di seri selanjutnya di Assen, sebelum akhirnya lagi-lagi mengalami kecelakaan di seri Jerman.[14] Kemudian di seri Laguna Seca Lorenzo kembali lagi mengalami kecelakaan hebat saat balapan, yang membuatnya kemudian disebut sebagai pembalap rookie MotoGP yang paling banyak mengalami kecelakaan. Lorenzo kemudian meraih dua podium di San Marino dan Indianapolis. Secara keseluruhan ia berada di P4 klasemen musim 2008 dengan 190 poin.
Masuk ke musim 2009, Jorge Lorenzo tampil semakin kuat dan matang, ia terus menempel ketat seniornya di tim Yamaha, Valentino Rossi sepanjang musim.[15] Di musim 2009, Lorenzo tampil sebagai juara di empat balapan (Jepang, Perancis, Indianapolis, dan Portugal). Ia juga mampu meraih 5 kali pole dan total 12 podium. Di akhir musim Lorenzo berada di P2 klasemen dengan raihan 261 poin.[16][17]
Tanggal 25 Agustus 2009, Jorge Lorenzo mengakhiri gosip tentang peluang kepindahan dirinya ke Honda atau Ducati untuk musim 2010 dengan menandatangani perpanjangan kontrak bersama Yamaha.[18] Ducati dilaporkan menawari Lorenzo dengan kontrak bernilai 15 juta dollar semusim untuk menjadi rekan setim Casey Stoner di musim 2010, namun Lorenzo akhirnya lebih memilih untuk bertahan di Yamaha.
Lorenzo sempat mengalami cedera ringan di tangan karena mengalami kecelakaan saat pra-musim 2010. Ia kemudian memilih untuk tidak mengikuti beberapa sesi tes di awal musim. Pada balapan pertama di Qatar, Lorenzo mampu finish kedua di belakang Rossi, sekalipun kondisi tubuhnya sebenarnya tidak memungkinkannya untuk membalap.[19] Segera setelah Rossi dipastikan absen beberapa seri akibat cedera karena kecelakaan di Mugello, Yamaha kemudian membekali Lorenzo agar bisa menjadi penantang gelar juara dunia 2010. Setelah meraih empat kemenangan dari enam lomba awal, Lorenzo naik ke puncak klasemen dan ia memiliki selisih 47 angka atas saingannya di P2. Kemenangan di Assen kemudian mengantarkan Lorenzo menjadi pembalap ketujuh yang mampu meraih kemenangan di sirkuit legendaris itu dalam tiga kelas yang berbeda.[20] Di paruh musim kedua, Daniel Pedrosa tampil sebagai penantang serius untuk perebutan gelar juara dunia, sampai akhirnya datang musibah bagi Pedrosa saat ia mengalami kecelakaan di Jepang, yang mengharuskannya absen di dua lomba. Jorge Lorenzo akhirnya mengunci gelar juara dunia MotoGP 2010 setelah finish ketiga di Sepang, Kuala Lumpur di belakang Valentino Rossi dan Andrea Dovizioso.[21] Ia menjadi orang Spanyol pertama sejak Alex Criville di 1999 yang mampu menjadi juara dunia MotoGP. Usai lomba, Daniel Pedrosa yang masih menjalani pengobatan di Spanyol kemudian menelepon Lorenzo dan mengucapkan selamat atas kemenangannya sebagai juara dunia MotoGP 2010.[22].